5 Bisnis pertanian yang di pandang sebelah mata ternyata untung puluhan juta

 Bang Nasir mau berbagi 5 bisnis pertanian yang memiliki prospek cukup bagus dan keuntungan yang sangat besar, maka dari itu baca terus postingan Bang Nasir. Banyak orang memandang dunia pertanian hanya dengan sebelah mata saja, mereka menganggap bisnis yang satu ini tidak memiliki keuntungan besar bagi mereka. Oleh karena itu kita akan membahas serta melihat contoh bisnis pertanian apa saja yang keuntungannya besar.


Jangan memulai bisnis ini dengan tanggung-tanggung bila kamu ingin mendapatkan hasil yang besar, kamu tidak harus memiliki modal yang besar pula cukup dengan lahan yang luas dan tenaga yang cukup. Perhatikan lahan yang akan kamu garap, pilih struktur tanah dengan kadar air dan vitamin yang cukup untuk tanaman kamu nanti.


Baca juga : Pelajari rahasia sukses dalam dunia usaha konveksi pakaian


Cari lokasi lahan yang jauh dengan hama pengganggu seperti hewan ternak masyarakat dan hewan liar yang dapat merusak dan membuat hasil panen jadi gagal. Ok! Sekarang kila langsung lihat apa saja 5 bisnis pertanian yang akan kita bahas di sini.


Berikut adalah 5 contoh bisnis pertanian dengan keuntungan yang sangat besar apabila di tekuni dengan benar

Sebelum kamu terjun untuk memulai salah satu dari contoh di bawah ini saya harap kamu sudah mempelajari cara antisipasi dari serangan hama pengganggu, dan juga menguasai bahan-bahan pupuk yang di gunakan dalam contoh bisnis pertanian ini. Saya tidak memberikan rincian lengkap bagaimana cara bertani, karena saya hanya berbagi contoh dan prospeknya saja.


1. Bisnis tanaman jahe merah

Tanaman jahe merah Foto oleh Alesia Kozik:
https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-jahe-sayur-mayur-bergizi-7342140/


Bisnis tanaman jahe merah adalah usaha yang berkaitan dengan menanam dan mengelola tanaman jahe merah untuk dijual. Jahe merah adalah jenis jahe dengan warna merah yang biasanya digunakan sebagai bahan baku dalam pengobatan tradisional dan kuliner. Bisnis ini melibatkan proses penanaman, perawatan, dan pemasaran jahe merah dengan tujuan menghasilkan keuntungan.


Modal yang Diperlukan:

Modal awal dalam bisnis tanaman jahe merah dapat bervariasi tergantung pada skala usaha yang Anda pilih. Secara umum, modal yang diperlukan meliputi:


  1. Lahan: Anda perlu menyewa atau membeli lahan untuk menanam jahe merah. Besar kecilnya lahan akan memengaruhi biaya modal.
  2. Benih dan Bibit: Anda perlu membeli bibit atau benih jahe merah berkualitas untuk menanam di lahan Anda.
  3. Peralatan dan Pupuk: Perlu membeli peralatan pertanian dasar seperti cangkul, sekop, dan pupuk untuk merawat tanaman.
  4. Air dan Irigasi: Sistem irigasi yang baik sangat penting untuk tanaman jahe merah. Ini juga memerlukan investasi.
  5. Biaya Operasional: Ini termasuk biaya untuk tenaga kerja, pemeliharaan, dan pengendalian hama.


Nilai Pendapatan Per Bulan:

Pendapatan per bulan dalam bisnis tanaman jahe merah akan bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti ukuran lahan, kualitas perawatan, dan harga jual jahe merah di pasar lokal. Namun, sebagai perkiraan kasar, berikut adalah perkiraan pendapatan per bulan:


  1. Awal: Pada awalnya, tanaman jahe merah akan memerlukan waktu untuk tumbuh dan menghasilkan hasil yang siap dijual. Ini bisa memakan waktu sekitar 8-10 bulan setelah penanaman pertama.
  2. Produksi Puncak: Ketika tanaman jahe merah mencapai produksi puncaknya, Anda dapat mengharapkan hasil yang lebih besar. Sebagai contoh, lahan seluas 1000 m² dengan perawatan yang baik bisa menghasilkan sekitar 500-700 kg jahe merah per bulan saat produksi puncak.
  3. Harga Jual: Harga jahe merah dapat bervariasi berdasarkan lokasi dan kondisi pasar, tetapi biasanya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.


Baca juga : Lihat 10+ usaha yang menjanjikan di tahun depan 2024


Dengan perkiraan tersebut, pendapatan bulanan dari bisnis jahe merah bisa mencapai antara Rp 15 juta hingga Rp 35 juta atau lebih tergantung pada kondisi lokal dan efisiensi usaha Anda.


2. Tanaman cabai dengan keuntungan yang menggiurkan

Tanaman cabai Foto oleh Yan Krukau:
https://www.pexels.com/id-id/foto/taman-pertanian-tanah-pertanian-paprika-5479384/


Bisnis tanaman cabai merah adalah usaha yang berkaitan dengan menanam, merawat, dan menjual cabai merah. Cabai merah adalah salah satu bahan masakan yang populer dan digunakan secara luas dalam berbagai hidangan di berbagai negara. Bisnis ini melibatkan penanaman cabai merah, perawatan tanaman, dan pemasaran hasil panen untuk menghasilkan keuntungan.


Modal yang Diperlukan:

Modal awal dalam bisnis tanaman cabai merah dapat bervariasi tergantung pada skala usaha dan metode penanaman yang Anda pilih. Secara umum, modal yang diperlukan meliputi:


  1. Lahan: Anda perlu menyewa atau membeli lahan pertanian untuk menanam cabai merah. Luas lahan akan memengaruhi biaya modal.
  2. Bibit atau Benih: Anda perlu membeli bibit atau benih cabai merah yang berkualitas untuk menanam di lahan Anda.
  3. Peralatan Pertanian: Ini termasuk peralatan seperti cangkul, sekop, irigasi, dan alat pemeliharaan tanaman.
  4. Pupuk dan Pestisida: Anda perlu mengeluarkan biaya untuk pupuk dan pestisida yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tanaman.
  5. Biaya Operasional: Ini meliputi biaya untuk tenaga kerja, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian hama.


Nilai Pendapatan Per Bulan:

Pendapatan per bulan dalam bisnis tanaman cabai merah akan sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk luas lahan, varietas cabai merah yang ditanam, perawatan tanaman, dan harga jual di pasar lokal. Namun, sebagai perkiraan kasar, berikut adalah perkiraan pendapatan per bulan:


  1. Awal: Cabai merah biasanya memerlukan waktu sekitar 2-4 bulan untuk tumbuh dan menghasilkan hasil yang siap dijual setelah penanaman pertama.
  2. Produksi Puncak: Saat tanaman cabai merah mencapai produksi puncaknya, Anda dapat mengharapkan hasil yang lebih besar. Sebagai contoh, lahan seluas 1000 m² dengan perawatan yang baik bisa menghasilkan sekitar 500-800 kg cabai merah per bulan saat produksi puncak.
  3. Harga Jual: Harga cabai merah dapat bervariasi berdasarkan lokasi dan kondisi pasar, tetapi biasanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.


Dengan perkiraan tersebut, pendapatan bulanan dari bisnis cabai merah bisa mencapai antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta atau lebih tergantung pada kondisi pasar dan efisiensi usaha Anda.


3. Sayuran Organik

Bisnis Sayuran Organik


Bisnis sayuran organik adalah upaya yang berfokus pada produksi dan penjualan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan pestisida kimia, pupuk sintetis, atau bahan tambahan buatan manusia. Produk organik semakin diminati oleh konsumen yang lebih peduli terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.


Baca juga : Mau dapat uang tambahan dengan cara mudah hanya melalui HP saja? simak tahapnya yuk


Modal yang Diperlukan:

Modal awal dalam bisnis sayuran organik dapat bervariasi tergantung pada skala usaha dan jenis sayuran yang Anda pilih. Modal yang umumnya diperlukan meliputi:


  1. Lahan: Anda memerlukan lahan pertanian yang sesuai untuk menanam sayuran organik. Ini bisa berupa lahan yang Anda miliki, disewa, atau dibeli.
  2. Bibit dan Benih Organik: Bibit atau benih sayuran organik yang berkualitas sangat penting. Biasanya, biaya untuk membeli bibit organik lebih tinggi dibandingkan dengan bibit konvensional.
  3. Peralatan Pertanian: Peralatan dasar seperti cangkul, sekop, selang irigasi, dan alat pemeliharaan tanaman diperlukan.
  4. Pupuk Organik: Untuk memberikan nutrisi tanaman, Anda akan menggunakan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijauan.
  5. Biaya Sertifikasi: Jika Anda ingin mendapatkan sertifikasi organik untuk produk Anda, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan dan sertifikasi tersebut.
  6. Biaya Operasional: Ini termasuk biaya untuk tenaga kerja, pengelolaan tanaman, irigasi, dan perawatan harian.


Nilai Pendapatan Per Bulan:

Pendapatan per bulan dalam bisnis sayuran organik sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti jenis sayuran yang ditanam, luas lahan, dan kondisi pasar. Namun, sebagai perkiraan kasar, berikut adalah perkiraan pendapatan per bulan:


  1. Awal: Sayuran organik biasanya memerlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk tumbuh dan dapat dijual setelah penanaman pertama.
  2. Produksi Puncak: Saat tanaman mencapai produksi puncaknya, Anda dapat mengharapkan hasil yang lebih besar. Pendapatan akan meningkat seiring berjalannya waktu.
  3. Harga Jual: Sayuran organik biasanya memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran konvensional karena permintaan yang meningkat. Harga dapat bervariasi berdasarkan jenis sayuran dan lokasi pasar.


Dengan perawatan yang baik dan strategi pemasaran yang efektif, pendapatan bulanan dari bisnis sayuran organik dapat mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung pada skala usaha dan efisiensi operasional Anda. Keberhasilan bisnis ini juga dapat didukung oleh promosi keberlanjutan dan kualitas produk organik Anda.


4. Bisnis tanaman padi

Bisnis tanaman padi


Bisnis tanaman padi adalah usaha yang berkaitan dengan penanaman, pengelolaan, dan penjualan padi. Padi adalah salah satu sumber utama makanan di seluruh dunia dan merupakan komoditas penting dalam industri pertanian. Bisnis ini melibatkan proses penanaman padi, perawatan lahan, dan pemasaran hasil panen untuk tujuan menghasilkan keuntungan.


Modal yang Diperlukan:

Modal awal dalam bisnis tanaman padi bervariasi tergantung pada skala usaha, teknologi pertanian yang digunakan, dan lokasi. Modal yang umumnya diperlukan meliputi:


  1. Lahan: Anda perlu lahan pertanian yang sesuai untuk menanam padi. Besar kecilnya lahan akan memengaruhi biaya modal.
  2. Benih: Anda perlu membeli benih padi yang berkualitas untuk penanaman.
  3. Peralatan Pertanian: Alat-alat seperti mesin pengolahan tanah, mesin penanam, alat pengendalian hama, dan mesin pemanen padi (jika diperlukan) diperlukan.
  4. Pupuk dan Pestisida: Anda akan membutuhkan pupuk dan pestisida untuk pemeliharaan tanaman padi.
  5. Air dan Irigasi: Sistem irigasi yang baik sangat penting untuk menanam padi.
  6. Biaya Operasional: Ini termasuk biaya untuk tenaga kerja, pemeliharaan, dan biaya berjalan lainnya.


Nilai Pendapatan Per Bulan:

Pendapatan per bulan dalam bisnis tanaman padi sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis padi yang ditanam, luas lahan, teknik pertanian yang digunakan, dan harga jual di pasar lokal. Namun, sebagai perkiraan kasar, berikut adalah perkiraan pendapatan per bulan:


  1. Awal: Tanaman padi memerlukan waktu beberapa bulan untuk tumbuh dan menghasilkan hasil yang siap dipanen setelah penanaman pertama.
  2. Produksi Puncak: Saat tanaman padi mencapai masa panen, Anda dapat mengharapkan hasil yang lebih besar. Hasilnya akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
  3. Harga Jual: Harga beras atau gabah (produk padi mentah) dapat bervariasi berdasarkan jenis padi, kondisi pasar, dan lokasi. Harga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti cuaca dan kondisi pasar global.


Baca juga : Cuma punya modal 300rb saja? mungkin salah satu dari usaha ini cocok untuk kamu


Pendapatan bulanan dari bisnis tanaman padi dapat sangat bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah atau lebih tergantung pada skala usaha dan kondisi pasar. Penting untuk melakukan perencanaan yang matang, memahami teknik pertanian yang efisien, dan mengikuti perkembangan pasar untuk mencapai hasil yang optimal dalam bisnis ini.


5. Berbagai tanaman buah-buahan

Bisnis berbagai tanaman buah


Bisnis berbagai tanaman buah-buahan adalah salah satu usaha yang menarik untuk dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang memiliki minat dalam pertanian dan ingin memanfaatkan potensi ekonomi dari berkebun. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara ringkas tentang bisnis ini, termasuk modal awal yang diperlukan dan potensi pendapatan per bulannya.


Apa Itu Bisnis Berbagai Tanaman Buah-Buahan?

Bisnis berbagai tanaman buah-buahan adalah jenis usaha yang melibatkan penanaman, perawatan, dan penjualan berbagai jenis buah-buahan. Ini termasuk buah-buahan seperti jeruk, apel, mangga, alpukat, pisang, dan banyak lagi. Anda dapat memilih untuk berfokus pada satu jenis buah tertentu atau mengembangkan berbagai macam buah-buahan di kebun Anda.


Modal Awal

Modal awal untuk memulai bisnis berbagai tanaman buah-buahan dapat bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, termasuk ukuran lahan yang Anda miliki, jenis buah yang akan Anda tanam, lokasi geografis, dan peralatan yang dibutuhkan. Secara umum, berikut adalah beberapa komponen modal awal yang mungkin Anda butuhkan:


  1. Lahan: Anda perlu membeli atau menyewa lahan untuk menanam buah-buahan. Harga lahan akan sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan ukurannya.
  2. Bibit dan Peralatan: Anda harus membeli bibit tanaman buah-buahan, pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian seperti cangkul, sekop, irigasi, dan perlengkapan lainnya.
  3. Fasilitas Penyimpanan: Jika Anda berniat untuk menyimpan buah-buahan sebelum dijual, Anda mungkin perlu membangun atau memperluas fasilitas penyimpanan yang memadai.
  4. Biaya Operasional: Ini mencakup biaya air, listrik, gaji pekerja (jika ada), dan biaya pemeliharaan rutin lainnya.


Potensi Pendapatan Bulanan

Pendapatan dari bisnis berbagai tanaman buah-buahan sangat bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis buah yang Anda tanam, kualitas dan kuantitas panen, serta harga pasar lokal. Namun, sebagai panduan umum, berikut adalah perkiraan potensi pendapatan bulanan:


  1. Buah Tropis: Buah-buahan tropis seperti mangga dan pisang memiliki pasar yang besar di daerah tropis. Anda dapat mengharapkan pendapatan yang stabil jika merawat tanaman dengan baik, dengan pendapatan bulanan yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan dolar.
  2. Buah Pohon: Buah-buahan seperti apel dan ceri biasanya memiliki musim panen tertentu. Pendapatan bulanan mungkin lebih tinggi selama musim panen dan lebih rendah di luar musim tersebut.
  3. Buah Beri: Buah-buahan seperti stroberi dan blueberry bisa menghasilkan pendapatan yang baik jika dikelola dengan baik. Pendapatan bulanan akan tergantung pada ukuran kebun dan produktivitas tanaman.


Penting untuk diingat bahwa bisnis ini memerlukan kesabaran dan perawatan yang baik. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, dan Anda mungkin perlu beberapa tahun untuk melihat pendapatan yang signifikan.


Saat memulai bisnis tanaman buah-buahan, penting untuk melakukan penelitian pasar lokal, merencanakan dengan baik, dan memiliki pemahaman yang kuat tentang teknik bercocok tanam. Juga, pertimbangkan untuk konsultasikan dengan petani berpengalaman atau ahli pertanian setempat agar Anda dapat mengoptimalkan peluang Anda dalam bisnis ini.


Baca juga : Bingung memulai usaha apa yang cocok dan tidak pernah sepi? mungkin 10 contoh usaha ini bisa menjadi referensi.


Dalam era modern ini, banyak orang mungkin meremehkan potensi bisnis pertanian sebagai peluang usaha yang kurang menarik atau menguntungkan. Namun, artikel ini telah mengungkapkan bahwa ada lima bisnis pertanian yang seringkali diabaikan, padahal mampu menghasilkan puluhan jutaan rupiah bagi para pelakunya.


Kesimpulannya, pertanian modern telah mengalami perkembangan yang signifikan dengan adopsi teknologi canggih, pemikiran inovatif, dan pengetahuan yang mendalam. Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan meremehkan potensi bisnis di sektor pertanian, karena bisa menjadi investasi yang sangat menguntungkan, sambil juga berkontribusi pada ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi di negara kita.

Post a Comment

Previous Post Next Post